Kamis, 18 Mei 2017

Tugas Sitasi



ANEMIA

Anemia adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin (HB) dalam darah. Adanya anemia akan menyebabkan transportasi oksigen terganggu sehingga jaringan tubuh orang yang mengalami anemia akan mengalami kekurangan oksigen, yang diperlukan untuk menghasilkan energi. Anemia dapat diklasifikasikan menurut beberapa kriteria, namun yang paling praktis adalah pengelompokan berdasarkan cara terjadinya yaitu Anemia Pasca Perdarahan, Anemia Hemolitik, Anemia Defisiensi Besi, Anemia Aplastik dan Anemia karena keganasan.
Pada kasus anemia gizi besi akan menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan mudah terkena infeksi. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Akibatnya dapat menurunkan prestasi belajar, olahraga dan produktifitas kerja.
Anemia pada ibu hamil juga dapat terjadi, anemia pada ibu hamil dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa melahirkan bayi prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR). Anemia berhubungan secara signifikan terhadap meningkatnya kejadian BBLR. Kebutuhan zat besi pada wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal.
Gejala anemia mudah sekali untuk dideteksi atau dirasakan oleh penderitanya, namun tidak jarang orang tersebut mengetahui bahwa orang tersebut sedang mengalami anemia. Gejala anemia yang umum terjadi yaitu sangat mudah lelah, wajah pucat, pusing kepala, mual-mual, dan detak jantung tidak teratur. Penyebab dari anemia itu sendiri adalah kurangnya asupan vitamin, kurangnya zat besi, pendarahan, dan sumsum tulang belakang bermasalah.
Terapi dan pengobatan untuk penyakit anemia antara lain adalah pemberian suplemen yang mengandung zat besi, vitamin B12, dan vitamin-vitamin lain yang dibutuhkan oleh tubuh. Pada penderita anemia berat juga bisa dilakukan transfusi darah. Pemberian obat-obatan kortikosteroid yang mempengaruhi sistem imun tubuh. Pemberian eritropoietin, yaitu jenis hormon yang membantu proses hematopoiesis pada sumsum tulang.



Daftar Pustaka

Maqassary,A.2013.” KLASIFIKASI ANEMIA.”
Roziabdullah.2012.” ANEMIA.”
Khaidir,M.2014.” Penyakit Anemia, Gejala, penyebab dan cara pencegahan.”
Sumaliyah,S.A.md.2014.”Hematologi.”Local
Maksum,A. S.Kep& Maliya,.A A.Kep, M.Si.Med.2011.” HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar