ANEMIA
Anemia
adalah turunnya kadar sel darah merah atau hemoglobin (HB) dalam darah. Adanya
anemia akan menyebabkan transportasi oksigen terganggu sehingga jaringan tubuh
orang yang mengalami anemia akan mengalami kekurangan oksigen, yang diperlukan untuk
menghasilkan energi. Anemia dapat diklasifikasikan menurut beberapa kriteria,
namun yang paling praktis adalah pengelompokan berdasarkan cara terjadinya
yaitu Anemia Pasca Perdarahan, Anemia Hemolitik, Anemia Defisiensi Besi, Anemia
Aplastik dan Anemia karena keganasan.
Pada kasus
anemia gizi besi akan menurunkan daya tahan tubuh dan mengakibatkan mudah
terkena infeksi. Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan
pada pertumbuhan, baik sel tubuh maupun sel otak. Kekurangan kadar Hb dalam
darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa.
Akibatnya dapat menurunkan prestasi belajar, olahraga dan produktifitas kerja.
Anemia
pada ibu hamil juga dapat terjadi, anemia pada ibu hamil dapat
mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa
melahirkan bayi prematur dan berat bayi lahir rendah (BBLR). Anemia berhubungan
secara signifikan terhadap meningkatnya kejadian BBLR. Kebutuhan zat besi pada
wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari,
sekitar 300 mg diperlukan untuk janin dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan
untuk meningkatkan massa haemoglobin
maternal.
Gejala
anemia mudah sekali untuk dideteksi atau dirasakan oleh penderitanya, namun
tidak jarang orang tersebut mengetahui bahwa orang tersebut sedang mengalami
anemia. Gejala anemia yang umum terjadi yaitu sangat mudah lelah, wajah pucat,
pusing kepala, mual-mual, dan detak jantung tidak teratur. Penyebab dari anemia
itu sendiri adalah kurangnya asupan vitamin, kurangnya zat besi, pendarahan,
dan sumsum tulang belakang bermasalah.
Terapi dan
pengobatan untuk penyakit anemia antara lain adalah pemberian suplemen yang
mengandung zat besi, vitamin B12, dan vitamin-vitamin lain yang dibutuhkan oleh
tubuh. Pada penderita anemia berat juga bisa dilakukan transfusi darah.
Pemberian obat-obatan kortikosteroid
yang mempengaruhi sistem imun tubuh. Pemberian eritropoietin, yaitu jenis hormon yang membantu proses hematopoiesis pada sumsum tulang.
Daftar
Pustaka
Maqassary,A.2013.” KLASIFIKASI ANEMIA.”
Roziabdullah.2012.” ANEMIA.”
Khaidir,M.2014.” Penyakit Anemia, Gejala, penyebab dan
cara pencegahan.”
Sumaliyah,S.A.md.2014.”Hematologi.”Local
Maksum,A. S.Kep&
Maliya,.A A.Kep, M.Si.Med.2011.” HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar