PT
Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina Energy Forum (PEF) 2017 sebagai
bagian dari rangkaian perayaan HUT Pertamina ke-60. Mengusung tema Striving Towards Sustainable Energy,
PEF yang berlangsung pada tanggal 13 Desember 2017 dan acara digelar di The
Raffles Hotel Jakarta.
Acara
ini diperkaya dengan pembicara yang merupakan ahli energi dari dalam dan luar
negeri dari berbagai lembaga, di antaranya Kementerian ESDM, International
Energy Agency, Center for Strategic & International Studies US, Shell,
Panasonic, Marubeni Corporation, Boston Consulting Group, Patriot Energi,
Mitsubishi, Toyota, dan lain sebagainya. Kegiatan ini juga menghadirkan Menteri
ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno sebagai pembicara kunci.
Pada
tanggal 13 Desember 2017, diskusi juga dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama
mengangkat topik Best Practices
In Large-Scale Sustainable Power Development, sesi kedua dengan
bahasan Community Involvement To
Capture Sustainable Ideas. Sesi terakhir akan diisi dengan topik Formulating The Business Model In Renewable
Industry.
PT
Pertamina (Persero) menyatakan kesiapannya berkontribusi memenuhi target porsi
bauran energi nasional dari energi baru dan terbarukan (EBT). Sesuai Rencana
Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah menetapkan bauran EBT pada 2025 sebesar
23 persen. Pemenuhan target itu butuh konsistensi banyak pihak agar angka ini
dapat tercapai. Di sinilah Pertamina menunjukkan perannya terhadap target
tersebut.
Menambahkan
sejumlah upaya yang dilakukan Pertamina dalam mengembangkan EBT di antaranya
bekerja sama dengan berbagai pihak seperti dalam pengadaan sumber daya listrik.
Langkah itu diyakininya akan meningkatkan akselerasi perkembangan teknologi
demi tersedianya energi baru tersebut. Sedangkan, dalam target jangka menengah,
pengembangan EBT Pertamina difokuskan pada panas bumi (geothermal), bioenergi,
dan panel surya.
Pertamina
menyatakan persiapannya dalam mengembangkan energi terbarukan sudah tercantum
dalam misi Pertamina yakni tantangan sebagai perusahaan energi berkelas dunia
pada 2025, tidak sekadar terfokus pada persoalan migas, tetapi juga EBT.
Pengembangan EBT di Indonesia harus sering dibahas bersama dengan berbagai
pihak untuk mendorong sekaligus melakukan pemetaan keperluan beragam EBT yang
bisa dikembangkan di Indonesia.
Indonesia
memiliki potensi EBT yang belum banyak dimanfaatkan dimana sumber energi angin
di Indonesia yang sesuai kebutuhan, begitu juga energi matahari harus ditempat
yang cocok untuk dikembangkan. Geothermal menjadi salah satu potensi EBT yang
dapat dimanfaatkan untuk melakukan transisi energi, sehingga ketersediaan
energi serta kebersihan lingkungan dapat terus dijaga.
Pertamina
yang mendapatkan tugas dalam mendorong kemandirian energi Indonesia, juga
senantiasa berupaya melakukan inisiatif dengan menggali permasalahan, yang
menjadi tantangan dalam pengembangan EBT dan mengadirkan solusi bagi
pengembangannya di Indonesia.
PEF
2017 mengusung tema energi berkelanjutan seiring dengan mulainya pergeseran
peta industri energi dunia ke arah pemanfaatan energi berkelanjutan. PEF 2017
membahas beragam informasi aktual mengenai perkembangan energi berkelanjutan
yang dapat dikembangkan secara masif di seluruh Indonesia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar