Manajemen Waktu PPT
Manajemen Waktu (PowerPoint)
Jumat, 28 Desember 2018
MANAJEMEN PENGADAAN
Tugas dari manajemen pengadaan adalah:
— Menyediakan
input (barang dan jasa) yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi maupun kegiatan
lain dalam perusahaan.
— Menyediakan
jasa (transportasi dan pergudangan, jasa konsultasi dan sebagainya)
— Mendapatkan
barang-barang (merchandise) yang akan dijual (resale), biasanya pada perusahaan
ritel.
Bagian
Pengadaan
Ø Klasifikasi bagian pengadaan secara umum:
— Bahan
baku dan komponen untuk kebutuhan produksi
— Capital
equipment (mesin dan peralatan jangka panjang lainnya)
— Maintenance,
repair and operating (MRO) supplies, seperti suku cadang mesin dan
sebagainya
Banyak
sekali produk atau perangkat (bahan jasa) yang diperlukaan oleh sebuah proyek
agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Mulai dari perangkat proyek sendiri
seperti kertas, komputer, aplikasi, alat-alat kantor, bensin/transpotasi,
akomodasi dan lain-lain. Hinga material atau bahan yang diperlukaan untuk
menciptakaan output yang dihasilakan: misalnya kabel, router, switch, komputer
server, telecommunication provider, komputer dan modem untuk
membangun sebuah jaringan.
Ø Istilah Bagian Pengadaan
· Purchasing
Management → Supply Management
· National
Association of Purchasing Management (NAPM) → Institute for Supply
Management (ISM)
· International
Federation of Puchasing and Materials Management (IFPMM) →International
Federation of Purchasing and Supply Management (IFPSM)
Ø Daftar Pustaka
— K.C.
Chan, Peter Ong, & R. Eko Indrajit. Integrated Project
Management. Yogyakarta : ANDI; 2004.
MANAJEMEN BIAYA
Perusahaan
yang sukses menemukan bahwa mereka harus menerapkan biaya yang efektif dan
memahami konsep dan istilah utama dari manajemen biaya. Kompleksitas dari
dimensi-dimensi tersebut (keberagaman produk, proses dan lokasi produksi,
jaringan distribusi, dan jenis pelanggan) akan berimplikasi terhadap biaya, dan
akuntan manajemen telah mengembangkan teori yang dibutuhkan untuk
mengidentifikasi dan menguraikan berbagai pengaruhnya.
Beberapa
perusahaan yang terkemuka di dunia telah meraih sukses melalui keunggulan
produk serta perbaikan berkelanjutan. Salah satu bidang yang melakukan
perbaikan berkelanjutan adalah penekanan perusahaan pada penurunan biaya
melalui penyederhanaan produk dan proses produksi.
Ø Pengertian Manajemen Biaya
Manajemen
Biaya adalah sistem yang didesain untuk menyediakan informasi bagi manajemen
untuk pengidentifikasian peluang-peluang penyempurnaan, perencanaan strategi,
dan pembuatan keputusan operasional mengenai pengadaan dan penggunaan
sumber-sumber yang diperlukan oleh organisasi. Ada beberapa penerapan manajemen
dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
1. Manajemen
sebagai ilmu
Suatu bidang
ilmu pengetahuan/sains yang berusaha secara sistematis untuk memahami mengapa
dan bagaimana manusia bekerjasama untuk mencapai tujuan dan membuat sistem
kerjasama ini bermanfaat bagi kemanusiaan.
2. Manajemen
sebagai seni
Manajemen
adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan usaha
yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan
maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan pelayanan
yang sebaik mungkin kepada masyarakat.
3. Manajemen
sebagai profesi
Manajemen
sebagai profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang dilakukan
oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan keterampilan sebagai
kader, pemimpin atau menejer pada suatu organisasi atau perusahaan
tertentu.
4. Manajemen
sebagai Proses
Manajemen
adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan perorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing-masing bidang tersebut
digunakan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diikuti secara berurutan dalam
usaha mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.
Ø Sistem Manajemen Biaya Didasarkan Atas
Beberapa Konsep Dasar yaitu :
1. Konsep
Nilai Tambah adalah konsep yang menjelaskan bahwa perusahaan harus berusaha
melaksanakan aktivitas-aktivitas bernilai tambah dengan efisiensi bernilai
sempurna dan mengeliminasi aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah.
2. Konsep
Akuntansi Aktivitas adalah proses pengumpulan dan pelacakan kinerja keuangan
dan operasional mengenai aktivitas-aktivitas signifikan perusahaan dan
penyediaan umpan balik antara hasil-hasil sesungguhnya dengan yang direncanakan
serta penentuan tindakan koreksi jika diperlukan. Activity-based costing (ABC)
adalah metodologi untuk mengukur biaya dan kinerja aktivitas, sumber-sumber,
dan obyek biaya.
3. Konsep
Biaya Target adalah biaya berbasis pasar yang dihitung dengan menggunakan harga
pasar yang diperlukan untuk mencapai pangsa pasar yang ditentukan terlebih
dahulu. Biaya target = Harga pasar untuk mencapai pangsa pasar – Laba yang
diharapkan. Penentuan biaya target adalah alat manajemen untuk mengurangi biaya
selama daur hidup produk tertentu.
Ø Pentingnya Manajemen Informasi Dalam
Perusahaan
Manajemen
informasi sebagai suatu sumber mempunyai pola yang sama. Manajer bertanggung
jawab untuk mengumpulkan data mentah dan memprosesnya menjadi informasi yang
dapat digunakan. Ia harus memastikan bahwa orang yang ada dalam perusahaan akan
dapat menerima informasi dengan bentuk yang tepat, pada saat yang tepat pula,
sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk mendukung proses manajemen.
Yang terakhir, manajer harus membuang informasi yang kuno, tidak lengkap, dan
salah, dan menggantikannya dengan informasi yang dapat digunakan semua
aktivitas ini disebut manajemen informasi atau information management.
Minat terhadap
menajemen informasi telah meningkat sejak tahun-tahun terakhir ini yaitu tidak
hanya dalam dunia bisnis, namun juga disemua bidang dimana sumber dikelola. Dua
alasan utama mengenai hal ini adalah karena meningkatnya kekomplekan tugas
manajemen dan keinginan untuk menggunakan peralatan pemecahan masalah yang
lebih baik. Langkah pertama yang sangat penting untuk memperoleh keunggulan
kompetitif adalah mengidentifikasi biaya dan penggerak biaya utama dalam
perusahaan atau organisasi. Perusahaan mengeluarkan biaya (cost) jika
menggunakan sumber daya untuk tujuan tertentu.
Sering kali
biaya dikumpulkan kedalam kelompok-kelompok tertentu, disebut dengan tempat
penampungan biaya (cost pools). Ada banyak cara yang berbeda untuk
mengelompokkan biaya, antara lain bedasarkan jenis biaya (biaya tenaga kerja
dalam suatu tempat penampungan dan biaya bahan baku dalam tempat penampungan
lainnya).
Penggerak
biaya (cost driver) merupakan faktor yang memberi implikasi pada perubahan
tingkat total biaya. Untuk perusahaaan yang berkompetisi berdasarkan
kepemimpinan biaya, manajemen penggerak biaya utama merupakan hal yang paling
penting.
Objek biaya
adalah berbagai produk, jasa, pelanggan, aktivitas, atau unit organisasi dimana
biaya dibebankan. Produk, jasa, dan pelanggan pada umumnya merupakan objek
biaya; sementara dapertemen produksi dapat diperlakukan sebagai tempat
penampungan biaya atau objek biaya.
Pembebanan
biaya (cost assigment) merupakan proses pembebanan elemen biaya-biaya ke dalam
tempat penampungan biaya ke objek biaya. Ada dua jenis pembebanan, yaitu
penelusuran langsung untuk membebankan biaya langsung dan alokasi untuk
membebankan biaya tidak langsung. Biaya langsung (direct cost) dapat dengan
mudah dan ekonomis ditelusuri secara langsung ke tempat penampungan biaya atau
objek biaya. Sebaliknya, tidak ada cara yang mudah dan ekonomis untuk
menelusuri biaya tidak langsung (indirect cost) dari biaya ke tempat
penampungan biaya atau dari tempat penampungan biaya ke objek biaya. Pembebanan
biaya tidak langsung ke tempat penampungan biaya dan objek biaya disebut
alokasi biaya (cost allocation), yaitu suatu bentuk pembebanan di mana
penelusuran langsung tidak mungkin dilakukan sehingga digunakan penggerak
biaya. Penggerak biaya yang digunakan untuk mengalokasikan biaya disebut dasar
alokasi (allocation base).
Ø Macam-macam Biaya
· Biaya
Bahan Baku Langsung dan Tidak Langsung
Biaya bahan
baku langsung (direct material cost) adalah biaya bahan baku pada produk atau
objek lainnya (dikurangi diskon pembelian tetapi ditambah beban angkut dan yang
terkait). Sedangkan, biaya bahan baku tidak langsung (indirect material cost)
merupakan biaya dari bahan baku yang digunakan dalam produksi tetapi bukan
bagian dari produk yang sudah jadi.
· Biaya
Tenaga Kerja Langsung dan Tidak Langsung
Biaya tenaga
kerja langsung (direct labor cost) meliputi tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan produk atau jasa ditambah sebagian jam kerja tidak produktif yang
normal dan tidak dapat dihindari, seperti waktu istirahat dan solat. Jenis lain
dari jam kerja tidak produktif yang dibebaskan dan dirancanakan adalah waktu
jeda. Biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost) meliputi
pengawasan, pengendalian mutu, inspeksi, pembelian dan penerimaan, penanganan
bahan baku, tenaga kerja bagian kebersihan, waktu jeda, pelatihan, dan
kebersihan. Perlu diingat bahwa elemen dari biaya tenaga kerja kadang kala
dapat digolongkan sebagai langsung sekaligus tidak langsung, tergantung dari
objek biayanya.
· Biaya
Tidak Langsung Lainnya
Selain biaya
tenaga kerja dan biaya bahan baku tidak langsung, biaya tidak langsung lainnya
juga diperlukan dalam menghasilkan produk atau jasa. Antara lain adalah biaya
fasilitas, peralatan yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa, dan
peralatan pendukung lainnya. Semua biaya tidak langsung tersebut biasanya
digabungkan ke dalam suatu tempat penampungan biaya yang disebut overhead atau
disebut juga overhead pabrik (factory overhead). Kadang kala biaya bahan baku
langsung dan biaya tenaga kerja langsung yang digabungkan menjadi satu,
sehingga disebut sebagai biaya utama (prime cost). Sedangkan biaya konversi
(conversion cost) merupakan gabungan dari biaya tenaga kerja langsung dan
overhead.
· Biaya
Tetap dan Biaya Variabel
Total biaya
terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap (fix cost) merupakan
bagian dari total biaya yang tidak berubah meskipun output berubah dalam
rentang yang relevan. Sebaliknya, biaya variabel merupakan perubahan pada total
biaya yang dikaitkan dengan setiap perubahan pada jumlah penggerak biaya. Biaya
tetap meliputi banyak biaya tidak langsung yang tidak berubah karena unit yang
diproduksi. Akan tetapi, beberapa biaya tidak langsung adalah variabel karena
berubah seiring perubahan jumlah dan unit yang diproduksi. Istilah biaya
campuran (mixed cost) digunakan untuk mengacu pada total biaya yang meliputi
komponen biaya tetap maupun variabel.
Biaya per
Unit dan Biaya Marginal
Biaya per
unit (unit cost) atau biasa disebut biaya rata-rata (average cost) merupakan
total biaya produksi dibagi jumlah unit output.
Konsep Biaya
untuk Perhitungan Biaya Produk dan Jasa
Informasi
yang akurat mengenai biaya produk dan jasa penting pada setiap fungsi manajemen
: manajemen strategis, perencanaan dan pengambilan keputusan, pengendalian
manajemen dan operasional, serta penyusunan laporan keuangan. Perusahaan juga
sering kali memiliki sedikit atau tidak memiliki persediaan, sehingga sistem perhitungan
biayanya relatif sederhana. Persediaan produk bagi perusahaan manufaktur maupun
dagang dianggap sebagai aset pada neraca. Selama persediaan memiliki nilai
pasar, persediaan dianggap sebagai aset hingga terjual; kemudi. Kemudian biaya
dari persediaan dipindahkan ke laporan laba rugi sebagai Harga Pokok Penjualan
(cost of goods sold).
Biaya produk
(product cost) bagi perusahaan manufaktur meliputi biaya-biaya yang diperlukan
untuk menyelesaikan produk pada langkah proses produksi dalam rantai nilai :
Bahan Baku Langsung, Tenaga Kerja Langsung, Overhead Pabrik. Biaya produk untuk
perusahaan dagang meliputi biaya pembelian produk ditambah biaya transportasi.
Seluruh biaya lainnya untuk mengelola perusahaan dan menjual produk bukan
merupakan biaya produk. Biaya tersebut dibebeankan pada periode saat terjadinya
biaya, disebut biaya periodik (periodic cost). Biaya periodik (biaya nonproduk)
meliputi biaya umum, penjualan, dan administrasi yang diperlukan untuk
pengelolaan perusahaan tetapi tidak termasuk biaya langsung maupun tidak
langsung dalam proses produksi.
Ø Perhitungan Biaya untuk Perusahaan
Manufaktur, Dagang, dan Jasa
Perusahaan
manufaktur menggunakan tiga akun persediaan:
~ Persediaan
Bahan Baku (materials inventory)
~ Persediaan
Barang Dalam Proses (work in process inventory)
~ Persediaan
Barang Jadi (finished goods inventory)
Rumus
menghitung persediaan yan menghubungkan akun-akun tersebut adalah :
Persediaan
awal + biaya yang dtambahkan = biaya yang dipindahkan keluar + persediaan
akhir.
Rumus
persediaan merupakan konsep yang bermanfaat untuk menunjukkan bagaimana biaya
bahan baku, tenaga kerja, dan overhead dapat masuk ke persediaan barang dalam
proses, kemudian ke persediaan barang jadi, dan akhirnya ke harga pokok
penjualan.
Ø Kesimpulan
Jadi dalam
operasi suatu perusahaan, manajemen biaya sangat penting terutama dalam konsep
perhitungan biayanya. Biaya dibagi menjadi dua, yaitu biaya produksi dan
nonproduksi. Perhitungan biaya-biayanya dibentuk untuk menyajikan laporan
keuangan bagi pihak eksternal. Laporan keuangan manajemen biaya didasarkan atas
dua faktor, yaitu keakuratan dan ketepatan waktu.
Ø DAFTAR PUSTAKA
· Edward
J. Blocher, dkk. 2013. Manajemen Biaya : Penekanan Strategis. Jakarta. Salemba
Empat.
MANAJEMEN RESIKO
Apa itu risiko ?
Risiko adalah
suatu kejadian yang belum pasti terjadi.
Contoh :
Risiko
kebakaran berpotensi terjadi di lingkungan sebuah proyek. Apabila terjadi, maka
akan berdampak pada jiwa, lingkungan, aset, keberlangsungan proyek, dan lain
sebagainya.
Ø Kegiatan mengelola risiko
• Melakukan
identifikasi berbagai risiko yang mungkin akan timbul.
• Mengikuti
perkembangan risiko yang telah diidentifikasi.
• Memonitor
risikok yang masih ada.
• Mengidentifikasi
risiko tambahan.
• Menjalankan
rencana respon (tindakan) terhadap risiko (risk response) apabila risiko
terjadi.
• Mengevaluasi
efektivitas respon terhadap risiko sepanjang siklus hidup proyek.
Sasaran
manajemen risiko
• Manajemen
memungkinkan terjadinya risiko dengan melakukan langkah – langkah mitigasi.
• Mengkaji
dan menghitung dampak apabila risiko tidak dapat dihindari.
• Menekan
dampak risiko.
• Menetapkan
langkah kontinjensi apabila risiko terjadi.
• Menunjuk
penanggung jawab atau risk owner dari masing – masing jenis risiko.
Ø Risiko – Risiko Proyek
· Bidang
Risiko adalah suatu bidang khusus yang harus diperhatikan pada waktu menutup
kontrak proyek.
· Oleh
karena itu, perlu digariskan batas yang jelas antara risiko yang menjadi
tanggung jawab sang pemberi tugas dan yang ditanggung oleh pelaksana proyek.
Ø Jika sifat resikonya tidak diketahui benar oleh kedua
belah pihakAkan terjadi :
• Menghilangnya
perincian – perincian
• Kecelakaan
personalia
• Kecurangan
– kecurangan
• Timbulnya
pertikaian antara kedua belah pihak
• Akibat
– akibat pertikaian yang terjadi di tempat lain
Contoh kasus
• Misalnya
siapakah yang akan bertanggung jawab atau menanggung risiko pengunduran proyek?
• Karena
kerugian yang didapat atau diderita bisa berjumlah berjuta – juta rupiah,
risiko tertentu bisa diasuransikan
• Solusi
untuk kasus itu adalah para pihak kepentingan harus mencapai kata
sepakat. Sang pemimpin proyek, harus menentukan pada pemberian bentuk
pelaksanaan, dimana terletaknya risiko dan harus memberikan saran – saran untuk
menghindarinya
Ø Daftar Pustaka :
•
Super Project Manager.Oleh Dana Persada Mulyoto, MBA, PMP dan Sartika Kurniali,
S.Kom., MMSI
Manajemen
Proyek Oleh A. Koolma dan C.J.M. van de Schoot
MANAJEMEN KOMUNIKASI
Pentingnya Komunikasi
Aktivitas
komunikasi juga dapat terlihat pada setiap aspek dalam kehidupan sehari hari
manusia yaitu sejak bangun tidur di pagi hari sampai dengan manusia beranjak
tidur di malam hari. dari hasil penelitian yang menyatakan bahwa persentasi
waktu yang digunakan dalam proses komunikasi adalahy sangat besar, berkisar 75%
sampai 90% dari jumlah kegiatan. Dalam proses komunikasi tersebut 5% nya
digunakan untuk menulis, 10% untuk membaca, 35% untuk berbicara, dan 50% untuk
mendengar (Jiwanta, 1982).
Hal tersebut
membuktikan betapa vitalnya komunikasi dalam tatanan kehidupan social manusia.
Ø Proses Manajemen Komunikasi
Proses
komunikasi adalah setiap langkah mulai dari saat menciptakan informasi sampai
dipahami oleh komunikan. Komunikasi adalah sebuah proses, sebuah kegiatan yang
berlangsung kontinu. Joseph De Vito (1996) mengemukakan komunikasi adalah
transaksi. Maksudnya setiap hal dari komunikasi itu saling terkait.
Ø Proses Manajemen Komunikasi
Dalam
aplikasinya langkah langkah proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1. Langkah
pertama ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
2. Langkah
kedua adalah ide yang diciptakan tersebut kemudian dialih bentukan menjadi
lambang lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
3. Langkah
ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui
saluran/media yang sesuai dengan karakteristik komunikasi ditujukan kepada
komunikan.
4. Langkah
keempat, penerimamenafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk
mengartikan maksud pesan tersebut.
5. Langkah
kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di decoding, khalayak akan
mengirim kembali pesan tersebut ke komunikator.
Ø Rencana Komunikasi
tujuan atau
rencana komunikasi adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan
tujuan tersebut berdampak pula pada peningkatan pengetahuan (kognitif),
membangun kesadaran (sikap), dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang
atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.
Ø Isi Rencana Manajemen Komunikasi
Proses utama
dalam kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
· Informasi,
termasuk format, isi dan level detail
· Siapa
penerima dan pembuat informasi
· Perencanaan
sumber daya manusia
· Metode/
teknologi untuk menghasilkan informasi
· Merangkum
kebutuhan dan keinginan klien
· Merinci
unit unit pekerjaan
· Prosedur
revisi untuk memperbarui rencana manj komunikasi
· Membuat
estimasi biaya
Ø Distribusi informasi
Setelah
melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen
komunikasi. Langkah selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam
melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan
manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan
komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem
informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses
atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.
Bentuk
distribusi komunikasi pada proyek ada beberapa macam antara lain adalah :
–
Rapat-rapat (meetings).
– Distribusi
dokumen berupa hardcopy.
– Distribusi
data melalui media elektronik seperti electronic mail/E-mail, mesin fax, dan
lain-lain.
Ø Pelaporan performance
Informasi
yang terkandung didalamnya, antara lain :
Ø Status
reports, yang berisi tentang sejauh mana proyek sudah berjalan dalam kerangka
ruang lingkup, waktu dan biaya.
Ø Progres
reports menggambarkan sejauh mana tim proyek sudah menyelesaikan
pekerjaannya. Biasanya berupa laporan rutin.
Ø Mengadakan
evaluasi akhir proyek
Ø Mengkaji
apakah metodologi manajemen perlu diperbaiki.
Ø Mode penanganan konflik
· Action
: tindakan langsung
· Secure
understanding : memberikan pengertian atas suatu inovasi
· Motivate
action : memotivasi agar melukan tindakan
· Forcing:
pendekatan win-lose
· Withdrawal:
menghindari potensi pertentangan
Ø Daftar pustaka
Suprapto,
Tommy. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta : Media
Pressindo.
Kurniali, Sartika. 2013. Super Project
Manager. Jakarta : elex media komputindo.
MANAJEMEN SDM PROYEK
Manajemen SDM Proyek
Manajemen SDM Proyek adalah proses mengorganisasikan
dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga
orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Ini
mencakup semua proyek stakeholder sponsor, pelanggan, mitra, kontributor
individu, dan lain-lain.
Ø Proses Dalam Manajem SDM
u Perencanaan SDM
u Perekrutan Anggota/Tim
u Pengembangan Kerja Tim Proyek
u Pengelolaan Tim
Ø Hal-Hal Yang Harus Diketahui Dalam Pengelola Proyek
u Pemantauan terkait tahap perkembangan tim
proyek
u Pengelola proyek harus paham alternatif
manajemen konflik
u Pengelola proyek harus menyegarkan diri
dengan berbagai teori organisasi
Ø Pemantauan Terkait Tahap Perkembangan Tim Proyek
u Farming(tahap pembentukan tim)
u Storming(tahap mulai kerja dan
menyesuaikan pola kerja, latar belakang, dan lain-lain)
u Norming(tahap dimana tim mulai kompak)
u Performing(tim dapat bekerja dengan
solid)
u Adjouring(fase pembubaran tim)
Ø Pengelola Proyek Harus Paham Alternatif Manajemen Konflik
u Forcing(memaksakan kehendak)
u Withdrawing/avoiding(menghindari konflik)
u Smoothing/accomodating(fokus pada hal-hal
yg disepakati ketimbang hal yg tidak sesuai)
u Compromising(mecari solusi yg memuaskan
kedua pihak)
u Confronting/Problem Solving(memperlakukan
konflik sebagi persoalan yg perlu segera diatasi)
u Collaborating(menggabungkan bebagai sudut
pandang dan mengarah pada tercapainya komintmen
Ø Pengelola Proyek Harus Menyegarkan Diri Dengan Berbagai Teori Organisasi
u Teori Maslow
u Teori dua faktor/hygiene Theory dari
Herzberg
Ø Daftar Pustaka
u Suprapto, Tommy, 2009, Pengantar
Teori& Manajemen Komunikasi, Jakarta: Media Pressindo
u Kurniali, Sartika, 2013, Super Project
Manager, Jakarta: elex media komputindo.
Langganan:
Komentar (Atom)